Sejarah Pasang Surut Ford Motor Company

Ford yang dimana menjadi sebuah perusahan yang terus berinovasi dengan mengembangkan sebuah produksi mobil yang diman ada pada masa awal yang dimana ada pada abad ke-20. Bertahan di dalam abad ke-21 dengan cara yang cukup efisiensi. Jauh dimana sebelum ada Elon Musk, yang berada di industri otomotif memiliki Henry Ford. Seorang yang dimana tak pernah puas mencoba sebuah hal baru. Sepanjang kariernya, yaitu dengan menjadi salah satu dari sebuah perusahan mobil terbesar yang ada di dunia, perusahan ini juga yang dimana biasanya berkecimpung dalam sebuah bidang pembuatan kapal, konstruksi rumah, pertanian dan juga dalam bidang  perkebunan, siaran radio, hingga juga dalam bidang penerbangan. Ensiklopedia Britannica sendiri yang dimana dirinya menuliskan, Henry Ford sendiri pada saat pertama kali membangun mobil eksperimentalnya tersebut yang dimana pertamanya ada di bengkel belakang rumah yang pada saat itu  berlokasi di Detroit Amerika Serikat yang dimana hal tersebut dilakukan pada 1896.

Sejarah Pasang Surut Ford Motor Company

Kemudian pada tanggal 16 Juni 1903, tepatnya dimana hari ini 117 tahun lalu, Ford Motor Company pun sudah berdiri. Model T yang dimana pada awalnya hadir pada 1908, jadi produk Ford sendiri yang dimana paling sukses pada saat itu. Produk yang pada awalnya sengaja dibuat oleh Henry Ford sebagai sebuah transportasi praktis dan juga merupakan sebuah moda transportasi yang terjangkau bagi masyarakat. Model T sendiri adalah model dari agen sbobet88 yang dimana cepat diterima karena harganya terjangkau, serba guna, memiliki sebuah daya tahan baik, serta perawatannya yang mudah. Karena pada saat itu permintaan yang sangat besar, Ford sendiri yang kemudian mengembangkan metode produksi massal tersebut untuk dapat mencukupi tentang kebutuhannya. Maka pada 1911, ia sendiri yang dimana biasanya akan mendirikan sebuah pabrik perakitan pertamanya yaitu yang berada di Missouri dan membuka sebuah pabrik luar negeri pertamanya  di Manchester, Inggris.

Langkah Ford ini membuat Model T

Dimana jadi mobil pertama di dunia yang telah melewati jalur assembly line. Sekaligus juga berhasil mengenalkan sebuah sistem produksi yang dimana sangat efisien kepada sebuah pabrikan yang ada di seluruh dunia. Untuk meningkatkan sebuah produktivitas, Ford juga yang dimana nantinya akan dapat menerapkan sebuah sistem upah buruh pabrik yaitu sebesar 5 dolar AS  untuk per hari untuk waktu  8 jam kerja.

Pada 1914, dimana sekitar 500 ribu lebih Model T kemudian sangat laku di seluruh dunia. Demi mengejar permintaan, Ford pun yang dimana kemudian menambah hingga lebih dari 20 fasilitas produksi dan juga tentang perakitan yang dimana tersebar di seluruh dunia. Pabrikan mobil ini juga yang kemudian berhasil mengakuisisi Lincoln Motor Company yang ada yaitu pada 1922, yang kemudian menjadi sebuah merek mobil mewah Lincoln dan Kontinental yang merupakan milik Ford.

Semenjak itu, dimana bisnis Ford sendiri yang dimana kemudian semakin maju dan juga berkembang. Selain Model T yang juga melegenda, Ford juga mulai memproduksi sejumlah truk dan juga mobil sedan seperti halnya Mustang yang jadi sebuah produk andalan mereka berikutnya. Ford bahkan sempat mengakuisisi serta juga memiliki saham mayoritas dari sejumlah produsen mobil global seperti halnya saham Jaguar, Aston Martin, Volvo, Land Rover, hingga juga dengan Mazda.

Keluar dari Jepang dan Indonesia

Sayang dimana resesi ekonomi dunia membuat bisnis Ford sendiri yang kemudian mengalami sebuah kemunduran. Cicit Henry Ford, Bill Ford yang dimana menjabat sebagai Executive Chairman pun melakukan sebuah revitalisasi perusahaan  yang dimana dilakukan pada 2005. Ia yang kemudian mulai mengubah ukuran produknya yang terkenal besar, menghentikan sejumlah penjualan model yang tidak efisien dan juga kurang menguntungkan, menutup 14 pabrik yang ada di seluruh dunia, serta memotong yaitu hampir 30 ribu pekerja. Ford juga yang kemudian mulai fokus terhadap pengembangan kompak SUV dan juga mulai melakukan eksperimen dengan sebuah teknologi hibrida.

Dengan kondisi pasar yang dimana pada saat itu kurang menguntungkan, Ford yang juga kemudian mulai kesulitan untuk meningkatkan sebuah penjualan dan mempertahankan sebuah keuntungan. Di awal 2016, pabrikan asal Detroit ini pun yang dimana mengumumkan untuk mundur dari pasar Jepang dan juga Indonesia.

Dilaporkan juga oleh BBC, Ford sendiri yang dimana menjadi sebuah perusahan yang disebut tak mampu menghadapi sebuah persaingan dengan merek-merek lokal yang ada. Tahun 2015, misalnya saja dimana, Ford yang hanya dapat berhasil menjual yaitu sekitar 5.000 unit yang di jual di Negeri Matahari Terbit. Jepang sendiri adalah sebuah negara dengan ekonomi paling tertutup, paling berkembang yaitu secara mandiri, dengan jumlah merek-merek impor  yang dimana kurang dari 6 persen dari total pasar mobil baru tahunan yang ada di Jepang. 

Ford di Indonesia

Sementara di Indonesia, Ford sendiri yang hanya mampu menguasai sekitar 1 persen pangsa pasar Tanah Air dengan sejumlah penjualan sebanyak 6.100 unit yaitu pada 2015. Seluruh distributor yang ada di Indonesia dan juga impor mobil Ford pun yang dimana mulai dihentikan pada tahun berikutnya. Kendati demikian, pelayanan servis dan juga garansi yang dimana tetap akan dilayani oleh dealer mereka. Kami yang dimana juga telah mengumumkan tentang sebuah keputusan bisnis yang dimana pada saat itu masih menjadi sebuah hal yang sangat sulit untuk mundur dari sebuah seluruh operasi yang ada di Indonesia pada paruh kedua tahun 2016. Hal ini sendiri yang dimana menjadi sebuah hal yang termasuk menutup dealership Ford dan juga menghentikan sejumlah penjualan dan juga impor resmi semua tentang kendaraan Ford, hal tersebut dimana disampaikan oleh Managing Director PT Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto. 

Padahal, Ford sendiri yang dimana menjadi sebuah perusahan yang diketahui telah beroperasi di Indonesia yaitu sejak 2002. Jaringan dealer serta brand image yang dimana ada di Indonesia juga telah dibangun dengan cara susah payah. Banyak pihak yang juga menyayangkan dengan kepergian Ford, termasuk juga para konsumen setianya. Setelah mengetatkan ikat pinggang mereka, yang dimana sejak beberapa tahun yang lalu perusahan Ford yang dimana telah mengurangi yaitu sekitar 800 pekerjanya sampai Agustus 2019 lalu. Rencana ini yang dimana menjadi salah satu rencana yang disebut termasuk dalam strategi revitalisasi yang ada tahap akhir.

Jim Hacket, CEO Ford Motor Company, yang dimana memberikan sebuah tanggapan kepada New York Times menyebutkan pemangkasan karyawan ini yang dimana nantinya akan dapat menghemat keuangan perusahaan hingga 600 juta dolar AS atau yang dimana sekitar Rp8,5 triliun. Sebagai  sebuah catatan, pada 2018 Ford yang dimana telah menghilangkan sekitar 1.500 pekerjanya yang berlokasi di Amerika Serikat.

Itulah beberapa sejarah panjang yang dilalui oleh perusahan Ford Motor Company untuk dapat mempertahankan bisnis mereka dari gempuran pasar. Ford Motor Company yang dimana masih mencoba bertahan hingga pada saat ini dengan sebuah rivalitas besar-besaran yang sudah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Ford Motor Company yang hingga kini masih menjadi perusahan mobil yang memiliki sejumlah penggemar khususnya di Indonesia. 

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa